Yuk Menulis : Menuju 2030 Indonesia Emas Dengan Literasi Berkualitas.

Self Development

5 Alasan Kenapa Belajar Komunikasi Menjadi Sangat Penting di Era Digital

5 Alasan Komunikasi

Indonesia adalah negara yang memiliki penduduk yang sangat banyak dari berbagai macam suku, ras, budaya, dan bahasa. Dari banyaknya perbedaan inilah ktia memiliki potensi besar untuk berkomunikasi dengan banyak orang.

Belajar komunikasi itu bukan kita belajar ngomong atau bicara yaaa, itu mah waktu kita kecil dah diajarin sama orang tua kita. Berikut adalah beberapa pemaparan definisi komunikasi dari para pakar.

  • Everet M. Rogers

Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud mengubah tingkah laku.

  • Gerald R. Miller

Komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.

  • Carld R. Miller

Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain

  • Theodore M. Newcomb

Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima.

Gampangnya sih ilmu komunikasi itu adalah penyampaian suatu kalimat yang padu dari komunikator dengan dikemas sebagai pesan, sehingga memudahkan komunikan untuk mencerna pesan tersebut.

Nah, di komunikasi ini ada dua pelaku yaitu komunikan sebagai pendengar dan komunikator sebagai pembicara. Disini mereka dapat berubah peran secara cepat dan bergantian kecuali ketika satu orang berbicara didepan khalayak orang.

Contohnya, Budi dan Banu saling mengobrol satu sama lain. Pasti ketika Budi berbicara Banu mendengarkan begitu juga sebaliknya. Kecuali jika pembicaraan dilakukan satu arah. Ketika mengobrol, kata demi kata harus dikemas secara sistematis. Bukannya ngobrol ngalor-ngidul dibawa kemana-mana… hadeuh

Jadi, kalau misalnya ada orang menyampaikan suatu hal masih belepotan dan ga sistematis. Bisa dipastikan bahwa orang itu kurang belajar ilmu komunikasi. Berikut adalah 5 hal penting kenapa sih kamu harus belajar komunikasi.

Komunikasi memiliki efek yang amat besar dalam hal bagaimana orang dapat belajar satu sama lainnya – Bill Gates Click To Tweet

1. Menyampaikan Informasi Dengan Utuh dan Padu

Pernah ga sih ketika kita disuruh presentasi oleh dosen atau guru kita. Kemudian kita hanya dikasih waktu sebanyak 15 menit saja untuk menyampaikan tema yang telah diberikan?

Kalau pernah berarti kita sama. hehehe

Berbicara itu sudah sulit apalagi dikasih batasan waktu. Belum juga harus menarik tampil didepan audiens hadeuh.

Tapi begitulah seharusnya. Suatu hari kita semua akan masuk di dunia kerja yang bisa dibilang ilmu komunikasi ini sangat berguna untuk digunakan.

Contoh…

Misalnya kita ingin melaporkan bocornya keuangan perusahaan karena disebabkannya laporan keuangan yang tidak valid. Kemudian kita ingin melaporkannya kepada bos kita.

Karena bos kita adalah orang yang super sibuk. Maka, kita hanya diberi waktu 5 menit untuk menyampaikan itu semua. Disinilah ilmu komunikasi sangat dibutuhkan.

Kalau misalnya dalam waktu 5 menit itu kita ngomongnya kemana-mana, melaporkannya bingung mulai dari mana, dan pada akhirnya informasi yang dikemas tidak sistematis dan utuh.

2. Memperbaiki Kualitas Hidup

Tony Robbins seorang entrepreneur dan trainer asal Amerika berkata, “Kualitas hidup Anda adalah kualitas komunikasi Anda.”

Komunikasi itu dapat dikatakan sebagai aktualisasi diri kita. Ketika kita berkomunikasi dengan seseorang sesungguhnya otak kita juga bekerja dalam merangkai dan mencari kata yang tepat.

Bukan hanya itu saja, ketika orang berkomunikasi dengan kita dan menggunakan kosa kata yang baru pernah kita dengar. Secara tidak langsung itu terekam kedalam otak kita dan menambah kosa kata baru.

Dalam ilmu komunikasi ada yang disebut dengan komunikasi intrapersonal..

Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara diri sendiri dengan suatu subyek yang tidak tampak (misalkan Tuhan). (Wikipedia)

Hasil riset psikologi terbaru menyatakan bahwa,

Semua perilaku kita sebenarnya merupakan hasil dari Self-Talk (bicara dengan diri sendiri) yang sudah dilatih dan diulang. Sehingga secara tidak langsung menjadi shortcut ketika kita bertindak.

Dan rata-rata manusia berbicara hampir 5000 kata per hari, 80%-nya berkomunikasi dengan diri sendiri.

Mudahnya gini.

Ketika kita meyakini suatu hal dengan sifat-sifat negatif seperti depresi, sedih, malas, dll. Secara tak langsung ini mempengaruhi alam bawah sadar kita.

  • “ah, kayaknya gue gak mungkin jadi cumlaude.
  • ” main mobile legend dulu deh ngerjain lapraknya nanti aja”
  • “duuh, kok susah yaa belajar kalkulus”

Dengan berkata seperti itu kedalam hati kita, ini akan mempengaruhi mental dan pikiran kita. Sehingga akan menjadi kenyataan. Sehingga kualitas hidup kita menjadi turun.

3. Mengendalikan Pembicaraan

Suatu hari Bobby pergi kerumah Jaki untuk belajar bersama, ketika waktu istirahat keduanya pun mengobrol membicarakan hal yang tak jelas arahnya kemana.

Berawal dari Jaki yang curhat karena nilai ulangannya jelek, sampai tanpa sadar ngobrol ngomongin kucing Bobby yang meninggal.

lha kok bisa sampai situ ?

Ternyata obrolan yang terjadi sangat panjang, dari Jaki yang curhat nilai ulangannya jelek, kemudian Bobby menanggapinya dengan empati dan bercerita tentang masa kecilnya yang dulu pernah mengalami hal yang sama.

dan seterusnya sampai akhirnya ngobrol tentang kucing Bobby yang meninggal.

Pernah kejadian seperti itu ?

Mengobrol ngalor-ngilur memang biasanya sering kita lakukan. Apalagi anak remaja pasti ngobrolnya bisa berjam-jam.

Ketika kita belajar berkomunikasi kita akan lebih mudah dalam mengatur alur pembicaraan dengan lawan bicara kita. Dan disetiap percakapan itu kita harus mempunyai tujuan, apa sih yang ingin kita dapatkan dari obrolan itu ?

Dengan begitu waktu yang kita gunakan tidak terbuang sia-sia. Kecuali jika memang kita ingin mengobrol untuk tujuan santai dan bercengkrama bersama teman kita.

4. Memperkuat Hubungan Dengan Seseorang

Komunikasi adalah cara terbaik untuk meningkatkan engagement kita dengan seseorang.

Tidak mungkin seorang manusia dapat dekat kalau dia tidak berkomunikasi sama sekali.

Orang akan lebih senang apabila mengobrol dengan orang yang supel dan proaktif, dari senangnya itulah tercipta hubungan yang baik. Disini terdapat beberapa tips agar kita terlihat menyenangkan di mata lawan bicara kita.

  • Pertama, jadilah orang yang sangat antusias dengan topik yang dibicarakan oleh lawan bicara kita. Boleh pura-pura ga ? WAJIIB BANGET, justru skill inilah yang harus kita latih bersama-sama. Tapi ingat guys, buat se-natural mungkin, jangan dipaksa-paksa nanti malah ketawa kalau kita maksa.
  • Kedua, jadilah pendengar yang baik. Banyak orang keliru soal mindset komunikasi. Orang yang pandai berkomunikasi bukanlah orang yang pandai dalam bertutur kata, melainkan orang yang pandai mendengarkan orang lain.
  • Ketiga, jadilah orang yang ramah dengan cara tersenyum setiap kali mendengarkan lawan bicara kita, jika sedang berbicara hal yang sedih berilah ekspresi wajah sedih dan berempatilah. Kalau bisa sebut namanya dan tatap matanya sesekali ketika dia berbicara.

Dengan melakukan tiga hal itu, saya menjamin hubunganmuu dengan orang lain akan semakin dekat. Jangan jadikan komunikasi hanya sebagai penyampaian pesan. Jadikan jugalah ia sebagai tools untuk memperkuat hubungan.

5. Bernegosiasi

Dalam dunia marketing skill ini sangat dibutuhkan.

About author

Muhammad Sultan Reza biasa dipanggil Surez, Seorang mahasiswa yang sedang mencari jati dirinya dan alasan kenapa dia dihidupkan di dunia ini.
    Related posts
    Self Development

    5 Kiat Sukses Menjadi Seorang MC Dari Amsal Processor Komputer

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.