Yuk Menulis : Menuju 2030 Indonesia Emas Dengan Literasi Berkualitas.

Opini

Pantaskah Seorang Muslim Golput di Pilpres Tahun 2019?

Gelaran pileg dan pilpres 2019 tinggal beberapa bulan lagi. Tahun 2019 ini menjadi tahun politik yang panas, karena baru kali pertama pileg dan pilpres dibuat serentak. Berbeda ketika tahun 2014 yang dibuat terpisah, pileg dilakukan 9 April 2014 yang kemudian disusul pilpres 9 Juli 2014.

Menurut KPU, total pemilih sementara pemilu mendatang sebanyak 196.545.636 suara. Targetnya, 77,5 persen pemilih ikut berpartisipasi. Artinya, akan ada 152.322.868 suara yang diperebutkan.

Berkaca dari tahun 2014, orang yang berpartisipasi ikut dan menggunakan hak suaranya ada sebanyak 133.574.277. Sayangnya, pastisipasi pemilih menurun dibandingkan dengan pemilu 2009. Ini menandakan masih banyak masyarakat yang golput. Berikut data golput di Indonesia :

Sumber : Tirto.id

Jangan sampai di pileg dan pilpres 2019 ini masih banyak orang yang melakukan golput. Karena satu suara dari warga sangat berharga untuk menentukan calon pemimpin. Sebagai seorang muslim kita tidak boleh apatis dalam pemilihan ini, karena kitalah yang akan menentukan nasib Indonesia beberapa tahun kedepan.

Apalagi Indonesia yang memiliki masyarakat muslim yang dominan. Berikut inilah alasan yang membuat kita sebagai seorang muslim untuk tidak melakukan golput.

1. Islam

Tentunya sebagai seorang muslim kita semua telah mengucapkan kalimat syahadat, yaitu kalimat yang menjadi gerbang seseorang dapat dikatakan muslim atau tidak.

Dalam Syahadat jika kita perhatikan secara seksama, kita telah bersikap untuk memilih Allah sebagai satu-satunya tuhan kita. Bukan

  • Batu
  • Kurma
  • Matahari
  • Bulan
  • dll.

tetapi Allah-lah satu-satunya tuhan yang kita pilih. Secara implisit Islam ingin kita untuk bersikap/memilih bukan netral. Karena gerbang dari Islam itu sendiri adalah bersikapnya kita 100% untuk memilih Allah sebagai satu-satunya tuhan kita di alam semesta ini.

Jika ada muslim yang masih golput berarti ia tidak memahami benar-benar makna dari Syahadat itu sendiri.

2. Haq dan Batil

Sejak awal manusia diciptakan, pasti terdapat pertarungan antara haq dan batil, tidak ada netral atau golput disini. Kalau kita tarik garis vertikal dari zaman Nabi Adam, pasti terdapat sejarah yang menggambarkan perbedaan keberpihakan. Contooooh

  • Pertarungan antara Nabi Adam dan Iblis
  • Pertarungan antara Nabi Ibrahim dan Raja Namrud
  • Pertarungan antara Nabi Musa dan Fir’aun
  • Pertarungan antara Nabi Isa dan Raja Herodes
  • Pertarungan antara Muhammad Alfatih dan Dracula
  • dll.

Kalau kita lihat berdasarkan sejarah tidak ada yang namanya netral. Kita harus mengambil salah satu dari pilihan itu yaitu haq atau batil.

3. Melihat Sirah

Ketika awal-awal masa dakwah Rasulallah Saw di Mekkah, Islam masih kecil dan berjumlah sedikit. Pada masa itu terdapat perang besar antara Romawi dan Persia, yang dimana Islamlah yang terdapat ditengah dua raksasa tersebut.

Kemudian apa tindakan Rasulallah ?

Yap, Rasul Saw menyeru kepada para sahabat untuk mendoakan Romawi agar menang dalam peperangan ini. Kenapa Romawi yang didoakan ?

Karena mayoritas Kerajaan Romawi beragama Nasrani yang bisa dibilang konsep ketuhanannya lebih dekat dari kita. Daripada Kerajaan Persia yang mayoritasnya beragama majusi.

Poinnya disini adalah, Rasul Saw mengajarkan untuk bersikap/memilih pada para sahabat. Tidak sekedar hanya menjadi seorang penonton yang tidak melakukan apa-apa.

Yuk milih, pastikan di 17 April 2019 jari kita sudah berwarna ungu.

About author

Muhammad Sultan Reza biasa dipanggil Surez, Seorang mahasiswa yang sedang mencari jati dirinya dan alasan kenapa dia dihidupkan di dunia ini.
    Related posts
    Opini

    Tingkatkan Produktivitas Dengan Menjadi Travel Writer di Tahun 2019

    Opini

    Ukhuwah : Lebih Dari Sekedar Persaudaraan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.