Yuk Menulis : Menuju 2030 Indonesia Emas Dengan Literasi Berkualitas.

Book Review

7 Intisari Dari Buku Melawan Kemustahilan

Melawan Kemustahilan

Seneng banget akhirnya bisa nerima dan membaca buku ini, pre-order yang lama membuat keinginan menumpuk dan ketika sampai dikontrakan langsung disabet dan dibuka. hehehe

Dengan pre-order yang hampir 1 bulan (sekitaran Desember awal dan baru dapet di Desember akhir), di tengah-tengah masa UAS bisa nyempetin buat khatamin buku ini.

Alasan aku membeli buku ini karena bisa dibilang nge-fans sama penulisnya. Beliau adalah seorang praktisi sekaligus coach bisnis yang sangat berpengalaman. Aku sendiri sudah banyak membaca buku beliau seperti :

  • 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula
  • 30 Hari Jago Jualan
  • Komik Jago Jualan
  • Easy Copywriting

dan ini buku ke-5 beliau yang aku baca.

Ngomong-ngomong, ini adalah buku ke-12 Kang Dewa. Dari ke-13 buku yang beliau yang ditulis (sampai artikel ini dirulis). Hanya inilah satu-satunya buku Self Development yang pernah Kang Dewa tulis. Sisanya adalah buku mindset dan skill untuk men-scale up bisnis kita.

Kalau aku bilang ini adalah buku yang mengisi beberapa kekosongan dari buku Bidadari Untuk Dewa karya Asma Nadia. Buku yang mengisahkan kisah hidup Kang Dewa bersama Sang Istri tercinta.

Identitas Buku

Buku ini memiliki jumlah 194 halaman dan dicetak pertama kali pada bulan November 2018 dengan penerbit KMO Indonesia. Memiliki cover buku yang menggelegar dengan satu kayu yang menancap ditumpukan batu, dengan dikelilingi oleh ombak.

Ditulis oleh Dewa Eka Prayoga dengan kata pengantar oleh Rendy Saputra. Dengan bahasa khas Kang Dewa yang seakan-akan seperti orang ngobrol. Halaman demi halaman tidak akan terasa dilewatkan begitu saja.

Melawan Kemustahilan

Setiap manusia pasti diuji dan ujian itu semata-mata bukan untuk membebani kita, melainkan untuk membuat kita lebih baik lagi dari hari kemarin. Manusia dapat diuji dalam dua hal, ujian kesengsaraan dan ujian kenikmatan.

Banyak orang yang berhasil lolos dari ujian kesengsaraan, karena dengan keadaan susahnya lah ia dapat lebih dekat dengan Sang Pencipta. Sebaliknya, tak banyak orang yang dapat “lulus” dari ujian kenikmatan. Karena kenikmatan itu dapat melupakan kita dari tujuan kita diciptakan.

Dewa Eka Prayoga seorang anak telah diuji oleh Allah, dengan ujian yang bisa dibilang sangat mustahil untuk bisa diselesaikan. Bagaimana tidak, Pria asal Sukabumi ini harus menanggung utang sebesar 7,7 M dengan usianya yang masih 21 tahun. Ditambah lagi itu terjadi di pasca pernikahan beliu yang baru berjalan sepanjang 18 hari.

Kalau kamu membaca buku Bidadari Untuk Dewa, kamu akan tahu kenapa Kang Dewa bisa utang sampai 7.7 M. Di buku ini tidak dijelaskan secara rinci namun sebagai pembaca kita sudah diberi tahu dengan benar, bahwa Kang Dewa ditipu oleh mitra bisnisnya sendiri.

Karena Kang Dewa mengajak teman-teman yang lainnya untuk bermitra bersama Sang Penipu ini. Teman-teman Kang Dewa ini minta ganti rugi ke Kang Dewa karena telah diajak kedalam bisnis si Penipu ini. Alhasil, Kang Dewa harus menanggung utang ratusan orang yang sama-sama ditipu oleh orang yang sama (kasihan sekali Kang Dewa huhu).

Itulah sedikit ringkasan dari buku ini. Berikut 7 intisari yang terdapat di buku Melawan Kemustahilan :

1. Teruslah bergerak

Kang Dewa walaupun terkena utang sebesar 7.7 M tidak pernah pupus harapannya untuk bisa membayarnya. Walaupun beliau sempat putus asa dan bingung ingin membayar utangnya bagaimana, Kang Dewa tetap mencari cara untuk keluar dari cobaan ini. Mulai dari

  • Jualan kerupuk seblak
  • Jualan ceker pedas
  • Ternak kambing

Tapi dari semua itu tidak ada yang berhasil guys. Dengan didukung oleh kedua temannya Mirza dan Rizal ditambah lagi istrinya yang setia, Kang Dewa dapat terus bergerak dan mencari cara untuk melunaskan hutang ini.

Sampai pada akhirnya Kang Dewa disarankan untuk menulis buku oleh salah satu temannya. Karena dulu beliau sempat hutang cukup besar yang kemudian dapat lunas dengan hanya menulis buku.

Sama halnya seperti adegan Siti Hajar dan bayi Ismail, yang ditinggalkan oleh Ibrahim di Mekkah yang pada saat itu belum ada kehidupan sama sekali, alih-alih ada air dan makanan disana hanya ada hamparan padang pasir yang luas.

Karena saat itu bayi Ismail kelaparan, Siti Hajar pergi mencari makanan dengan bolak-balik ke bukit Safa dan Marwah. Tapi hasilnya nihil. Kalau kata Albert Einstein

“Hanya orang gila yang mengharapkan hasil berbeda tetapi menggunakan cara yang sama,” lha berarti Siti Hajar orang gila, dong?

Tapi Allah berkehendak lain. Allah justru mengeluarkan air bukan dari Safa ataupun Marwah, melainkan tepat berada dibawah telapak kaki Nabi Ismail As.

Bukan tanpa alasan Siti Hajar bolak-balik ke bukit Safa dan Marwah sampai tujuh kali. Tapi Allah ingin melihat ikhtiar dari seorang hamba.

Orang lain mungkin akan menertawakanmu. Orang lain mungkin akan merendahkanmu. Orang lain mungkin mengecapmu gila.

Tak apa, biarkan saja.

Teruslah bergerak, karena yang menentukan hasilnya bukanlah mereka. Melainkan Allah ta’ala.

-Dewa Eka Prayoga

2. Solusi Itu Dekat

Suatu hari Kang Dewa sempat nanya kepada seorang temannya,

“Kang, apa yaa kiranya bisnis yang bisa menghasilkan income miliaran setiap bulan ?”

Sembari tertawa (seakan meledek), kawannya menjawab, “Yaelah, Wa, kalau emau beneran ada bisnis yang bisa menghasilkan income miliaran setiap bulan, saya ga akan ngasih tahu kamu. Pasti saya duluan yang bisnis itu.” Boom!

Kemudian, Sang Kawan memberikan masukan kepada Kang Dewa, “Wa, mending kamu nulis buku lagi aja. Dulu kan kamu pernah nulis buku tuh, dan laku. Sekarang kali aja lewat buku bisa jadi wasilah datangnya solusi buatmu. gimana?”

Kang Dewa sempat menolak saran dari temannya itu, tapi setelah dipikir-pikir dan didukung oleh istri dan temannya, akhirnya ia memutuskan untuk menulis lagi.

  • Membuat kerangka buku
  • Mengetiknya sampai tuntas
  • Membuat cover
  • Mencetaknya
  • Menjualnya

Itulah yang menjadi tantangan buat Kang Dewa.

Kang Dewa mendapat bantuan untuk cover buku dari temannya secara gratis. Tetapi beliau bingung bagaimana cara mencetaknya karena tidak mempunyai uang yang cukup.

Muncullah sebuah ide brilian, yaitu menjualnya secara pre-order (mungkin ini cikal-bakal billionaire store yang selalu memakai sistem pre-order) hihihihi.

Solusi itu dekat…

Ketika Nabi Musa dikejar oleh Fir’aun dan pasukannya, sampailah Nabi Musa di tepi laut. Pengikut Nabi Musa, yaitu Bani Israil ketakutan karena pasukan Fir’aun sudah mendekat. Akhirnya Allah menyeru kepada Nabi Musa untuk memukul tongkatnya dan terbelahlah laut yang kemudian membinasakan Fir’aun dan pasukannya.

Kita bisa perhatikan, setelah Nabi Musa memukulkan tongkatnya, barulah ia tersadar begitu indahnya skenario Allah. Tongkat yang dipegang Nabi Musa selama ini ternyata adalah solusi dari Allah yang diberikan kepadanya.

Sama persis dengan kehidupan kita, sudah seharusnya kita menyadari dimana “tongkat musa kita” yang akan menjadi solusi dalam hidup kita disaat kita dilanda oleh masalah.

Pastikan untuk melibatkan Allah dalam setiap perjalanan kehidupan. Tujuannya tiada lain agar Allah ridho. Kalau Allah udah ridho, Allah makin sayang sama kita. Click To Tweet

3.Tebarkan Kebaikan

Guru Kang Dewa pernah berkata,

“Jangan bantu orang saat punya rezeki lebih. Sebaliknya, kalau ingin punya rezeki lebih, bantulah orang sebanyak-banyaknya,” Tolong catat ini baik-baik!

Maka, konsepnya adalah :

  • Kalau ingin kaya, kayakanlah orang lain
  • Kalau ingin sukses, sukseskanlah orang lain
  • Kalau ingin dipermudah, mudahkanlah hidup orang lain
  • Kalau ingin ilmunya kaut, ajarkanlah orang lain ilmu tersebut
  • Kalau ingin nikah, bantu teman nikah dulu *ehh

Bisa dibilang konsep ini aneh dan ga masuk akal. Masa kalau kita mau kaya kita kayain orang lain alias infaq ? nanti uang kita malah nambah berkurang dong.

Tapi lagi-lagi, untuk bisa mengundang keajaiban dan pertolongan Allah, kita mesti mengenyampingkan akal (logika) dan mengedepankan iman (tauhid).

Kalau kita tahu kenapa kaum Anshor tiu spesial ?

Karena Allah mengangkat sifat mereka yang sangat dermawan, senang berbagi, dan peduli dengan saudaranya (muhajirin). Kaum Anshor begitu mencintai kaum Muhajirin. Bahkan mereka rela untuk berbagi sebagian harta dan istri mereka untuk kaum muhajirin.

Kawan, jangan berhenti jadi orang baik. Jangan bosan jadi orang baik. Lakukanlah kebaikan untuk orang banyak dan jadilah detonator kebaikan untuk banyak orang. Jangan berharap balasan darinya, tapi yakinlah Allah akan balas dengan cara yang lebih baik dan lebih indah.

4.Ujian Untuk Naik Kelas

Disadari atau tidak, ujian yang Allah berikan kepada kita bukan semata-mata ingin membebani kita, apalagi membuat kita sengsara di dunia ini. Tapi ingin membuat kita dapat naik ke level berikutnya.

Seorang mahasiswa ITB tidak akan menjadi seorang mahasiswa yang hebat apabila tidak diuji dengan quiz, UTS, dan UAS. Dia tidak akan wisuda yang kemudian menjadi “orang hebat” yang bermanfaat bagi orang lain.

Begitu pula manusia…

Keimanan kita tidak akan mantap apabila kita tidak diuji. Ujian ini adalah bukti kecintaan Allah terhadap makhluknya. Katakanlah sebuah kupu-kupu yang apabila ketika kepompongnya langsung dibuka dengan bantuan dari luar, maka kupu-kupu itu akan memiliki otot sayap yang rapuh dan tidak bisa terbang.

Sebalinya, apabilag kupu-kupu itu berhasil melewati ujiannya, maka dia akan terbang indah dan disukai oleh banyak orang.

Bisa jadi, disana banyak orang yang nyinyirin kita karena kita melakukan sesuatu. Sudah diamkan saja, jadikanlah itu sebagai bahan bakar kesuksesan kita dan kemudian bungkam nyinyirannya dengan prestasi terbaik kita. hehehehe

Kalau nyinyiran orang lain membuatmu berhenti melangkah, bisa jadi nyinyirannya itu benar.

Maka, pastikan kita bertindak dan mengambil keputusan dengan penuh keyakinan.

-Dewa Eka Prayoga

5.Taubat Pembawa Berkah

Hari demi hari Kang Dewa telah membayar hutangnya, meskipun begitu hutangnya masih menunggak sangat banyak. Sampai dalam batin Kang Dewa, “Kapan selesainyaaa ?”

Sampai pada akhirnya Kang Dewa mendengarkan seorang ustadz di salah satu kajian, “Kenapa rezeki kita sering seret bahkan mampet? Karena dosa kita kebanyakan, maksiat ktia keseringan. Ditutup deh tuh kran rezekinya !”

Begitulah faktanya…

Seseorang terhalang rezekinya karena dosa yang diperbuatnya.” (HR Ibnu Majah)

Dosa itu dapat berubah wujud menjadi kesulitan bahkan musibah bagi kita. Jadi berhati-hatilah dalam melakukan sesuatu dan perbanyaklah istighfar untuk menetralisir dosa-dosa tersebut.

6. Santan Kehidupan

Selepas ngisi training, Kang Dewa merasa tubuhnya tidak enak dan bergegas pulang ke Bandung. Besoknya masih mengalami gejala yang sama yatiu lemas dan kurang fit. Akhirnya dengan inisiatif Sang Istri, Kang Dewa pun dibawa kedokter dan divonis kecapean kemudian diberi obat-obatan.

Sebelum tidur Kang Dewa meminum obat yang diberi oleh dokter. Besok Shubuhnya tubuh Kang Dewa sulit digerakkan dan langsung diperiksa ke dokter lagi.

Akhirnya setelah melakukan beberapa uji dan tes lab, dokter memvonis bahwa Kang Dewa terkena penyakit GBS (Guillain-Barre Syndrome). Yakni penyakit yang hanya menjangkiti 1:40.000 orang di dunia.

Belum juga hutang lunas sudah ditimpa dengan ujian baru lagi. Mungkin Allah ingin membuat Kang Dewa mengeluarkan santan terbaiknya. Sama halnya seperti kelapa yang mengalami proses yang sangat panjang.

  • Jatuh dari pohon
  • Dibelah
  • Dikupas kulitnya
  • Ditarik sabutnya
  • Dibuang batoknya
  • Diparut kelapanya
  • Disiram air panas
  • Diperes airnya.

Nah, teman-teman semua. Bisa jadi ujian beruntun yang menimpa kita saat ini adalah proses untuk membuat kita mengeluarkan santan terbaik kita. Tidak bisa dipungkiri memang berat.

Dalam praktiknya pasti berat, intinya nikmati saja prosesnya dan bersabarlah dan yang terakhir pasrah total.

7. Semangat Langit

Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa akhirat menjadi tujuan (utama)nya maka Allah menjadikan kecukupan pada hatinya, mengumpulkan urusannya dan dunia mendatanginya dalam keadaan terhina. Dan barangsiapa dunia menjadi tujuannya maka Allah menjadikan kefaqiran di depan matanya, menjadikan urusanya bercerai-berai serta tidaklah dunia datang kepadanya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan baginya” (HR Tirmidzi)

Seharusnya, ketika kita sudah mengalami semua yang diatas. Sudah sepatutnya kita mulai mengaktifkan semangat langit atau perbesar obsesi kita terhadap akhirat dan jangan jadikan dunia mendominasi diri kita.

Apa karakteristik dari orang yang terobsesi akhirat ?

  • Sedih karena dosa
  • Selalu muhasabah diri
  • Selalu beramal untuk akhirat
  • Terenyuh melihat kematian
  • Meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat

Inilah pengingat bagi kita semua, bahwa sesungguhnya kehidupan ini adalah sarana untuk kembali kepada Allah.

Itulah tujuh intisari dari buku Melawan Kemustahilan. Banyak banget hal-hal positif yang aku dapat dari buku ini. Mungkin kamu akan mendapatkan perspektif berbeda ketika membacanya. Sampai jumpa di artikel selanjutanya 🙂 .

About author

Muhammad Sultan Reza biasa dipanggil Surez, Seorang mahasiswa yang sedang mencari jati dirinya dan alasan kenapa dia dihidupkan di dunia ini.
    Related posts
    Book Review

    7 Hal Penting Untuk Indonesia Berdaya

    Book Review

    5 Pembelajaran Penting Kepemimpinan Jalan Langit

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.