Yuk Menulis : Menuju 2030 Indonesia Emas Dengan Literasi Berkualitas.

Book Review

5 Pembelajaran Penting Kepemimpinan Jalan Langit

Kepemimpinan jalan langit

Sewaktu aku masih semester 1, aku dipertemukan dengan sebuah quran berbasis hafalan.

“kok aneh ya qurannya warna-warni gitu tulisannya,” suara batin.

Itulah first impression-ku terhadap quran ini. Melihat huruf-huruf quran yang di-highlight per 3-4 baris membuaku bertanya-tanya juga apakah quran ini bakal manjur buat hapalan ?

Selama semester 1, aku belum pernah menobanya karena tidak terlalu yakin dengan hasilnya.

Sampai tibalah ketika semester 2 terdapat sebuah training workshop dengan judul “Metode menghafal quran : Menghafal tanpa dihafal” yang diselenggarakan di Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia pada bulan April 2018.

Dengan judul workshop yang nendang banget akhirnya aku mengajak temanku sekalian bantu temen yang lagi ngafal quran juga. ( sebenernya gengsi aja kalau sendiri apalagi di RIK 😀 )

Setelah itu, aku cukup terpukau mengikuti workshop ini, Karena hampir 3 jam dari awal acara aku tidak merasakan bosan sama sekali melihat trainer yang sangat interaktif.

Intinya, dari mengikuti workshop diatas dalam menghafal quran dengan metode ini adalah dengan cara diulang-ulang. Itulah kenapa judulnya “menghafal tanpa dihafal” yaa diulang ulang sampe hafal.

Nah, Dari workshop tersebut aku dan temanku mendapatkan quran berbasis hafalan tersebut dan setelah dicoba untuk menghafal ternyata worth it juga.

Alasan membeli

Quran berbasis hafalan itu diterbitkan oleh Syaamil Quran, yaitu perusahaan percetakan buku yang sekarang fokus pada pengembangan dan percetakan quran.

Aku pertama kali melihat buku ini pada web resmi KMO store yang menjual buku ini secara online. Karena pada waktu itu aku lagi ingin berburu buku self development, kebetulan penulis buku ini adalah Founder dari Syaamil Quran yang aku pakai untuk menghafal quran di semester 2.

Makin naksir aja deh mau cepet-cepet dibeli dan dilahap 😀 .

Kemudian, aku juga penasaran dengan forming perusahaan dari Syaamil Quran itu sendiri dan berniat untuk belajar struktur bisnisnya juga.

Identitas buku

Buku ini ditulis oleh Riza Zacharias selaku CEO dan Founder dari Syaamil Quran dan diterbitkan pertama kali pada Mei 2018 oleh KMO Indonesia atau komunitas menulis online.

Buku dengan 275 halaman ini memiliki cover yang sangat representatif dengan judulnya kepemimpinan jalan langit. Dan sangat menarik untuk segera membuka covernya.

Seperti biasa buku besutan KMO store ini dilapisi dengan hardcover. Sehingga ketika buku dibawa kemana-mana atau tertimpa dengan barang lain tidak mudah lecek.

Sekilas tentang Riza Zacharias

Riza Zacharias adalah sesosok orang dibalik kesuksesan Syamil Quran, yang pada awalnya hanya penerbit rumahan yang mencetak buletin Jumat. Hingga pada akhirnya mampu menjangkau sebagian besar masjid di kota Bandung.

Ownew Sygma (Syaamil Quran) ini dilahirkan di Tasikmalaya pada tahun 1971. Sejak usia belia beliau sering sekali berpindah tempat tinggal mengikuti orang tuanya, mulai dari Tasikmalaya, Yogyakarta, Cirebon, kembali ke Tasikmalaya, kemudian menetap di Bandung.

Pengalaman tersebut ternyata mampu memberikan dampak berharga bagi beliau, dalam hal kemampuan untuk cepat beradaptasi, dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda dan menuntut dirinya untuk segera menyesuaikan diri.

Kemampuan adaptasi tersebut diperkuat dengan jiwa wirausahanya yang sudah tumbuh sejak beliau masih berusia dini, yaitu ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sang Ibulah yang memberikan dasar jiwa wirausaha dan keteladanan itu.

Riza kecil terbiasa untuk berangkat ke sekolah dengan membawa termos es yang siap untuk untuk dijual kepada teman-teman sekolah dan guru-gurunya.

Tidak hanya jago jualan, Pak Riza pun berprestasi dalam bidang akademik.

Ketika beliau kuliah di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) jurusan Drafting Design Engineering. Beliau menjadi lulusan terbaik dan menjadi pimpro penuh sebuah proyek pesawat N250 saat bekerja di IPTN.

Apabila kita tahu biaya kerugian itu sangat mahal, maka belajar itu menjadi sangat murah.

Lahirnya Syaamil Quran

Beliau bekerja cukup lama di IPTN, yaitu sekitar 1,5 tahun. Dari hasil kerjanya itu selama 1,5 tahun, beliau mendapatkan banyak prestasi dipekerjaannya. Sampai mendapatkan tunjangan prestasi

Tapi, ketika tunjangan prestasi telah turun beliau kecewa.

Pak Riza termasuk orang yang pekerja keras bahkan sering mendapatkan tantangan pekerjaan. Bahkan beliau sering sekali mendapatkan pekerjaan yang terkait dengan desain yang tingkat kesulitannya tinggi.

Kenapa kecewa ?

Karena tunjangan prestasi yang beliau dapatkan hanya selisih 5000 rupiah dengan dua temannya yang porsi kerjanya tidak sekonsisten Pak Riza.

Akhirnya jiwa berontak Pak Riza muncul.

Pak Riza ingin berbisnis meneruskan bakat dan kompetensinya sewaktu beliau masih kecil.

Beliau bukannya gila duit atau semacamnya. Tapi beliau memiliki mimpi-mimpi besar yang ingin diwujudkan, salah satunya ingin naik haji bersama keluarga. Ketika beliau berpikir menjadi karyawan butuh waktu berapa tahun untuk bisa mewujudkan mimpi itu ?

Jalan hidup Pak Riza pun berubah dan memutuskan untuk resign secara baik-baik kepada bosnya.

Resign-pun diterima, kemudian beliau memulai usaha mencetak buletin Jumat. Inilah cikal bakal atau awal mula perjalanan bisnis Syaamil Quran.

Jangan sampai ilmu, pengalaman, ikut mati bersama matinya jasad.

Roller Coaster bisnis Syaamil Quran

Pertama kali Syaamil terbentuk pada tahun 1998.

Sebelumnya Pak Riza menjadi editor pengelola buletin mengikuti temannya. Sampai pada suatu ketika Pak Riza ingin membuat perusahaan percetakan sendiri dengan nama Asy Syaamil.

Awal mula bisnis ini terbentuk lancar-lancar saja sampai perekrutan karyawan dan membeli tempat.

Pak Riza mengajak teman-teman terdekatnya untuk menjadi direksi teratas dalam struktur bisnis Syaamil Group.

Syaamil Group berjalan lancar sampai pada akhirnya Pak Riza mendapatkan profit yang membuat beliau cukup untuk naik haji bareng bersama keluarga. Pak Riza menitipkan Syaamil kepada temannya dan beliaupun berangkat dengan perasaan tenang.

Setelah naik haji kurang lebih selama 3 bulan. Pak Riza langsung menengok kantornya yang sudah lama ditinggalkannya.

Pak Riza menanyakan bagaimana kondisi Syaamil. Sampai suatu ketika beliat kaget dan kecewa ketika menanyakan kondisi keuangan kepada direksi terdekatnya. Uang habis karena terjadi kebocoran keuangan ditambah lagi karyawan belum digaji bulan ini.

Dengan rasa husnudzon Pak Riza menganggap bahwa diizinkannya beliau ke tanah suci agar membuat beliau semakin kuat dalam menghadapi ujian seperti ini.

Sampai suatu ketika terdapat tawaran dari bank non-syariah dengan peminjaman uang tunai sebesar 250 juta. Disini Pak Riza tampak bimbang karena karyawan belum digaji dan uang benar-benar ludes. Tapi beliau tidak ingin menggunakan bank non-syariah karena terdapat bunga.

Dengan berat hati dan ketakutannya terhadap Allah, akhirnya beliau memutuskan untuk tidak menggunakan pinjaman ke bank melainkan berusaha dengan ikhlas mencari rizki yang halal.

Tidak lama kemudian (dalam hitungan jam) teman lamanya menelpon beliau untuk membeli Quran sebanyak 3.000 eksemplar dengan harga sebesar 170 juta rupiah. Dari sini Pak Riza langsung memyar hutang dan membayar gaji karyawan.

Selama kita tidak selesai dengan satu ujian yang sama, setan tidak perlu memberi ujian yang baru untuk menghambat kita.

Belum cukup sampai situ…

Selang beberapa tahun setelah kebocoran keuangan. Pak Riza mengalami kebangkrutan yang disebabkan utang pada mitra dan investor. Hal ini menyebabkan beliau harus memecat beberapa direksi dan pindah tempat kerja.

Kebangkrutan ini benar-benar membuat Pak Riza bingung dan stress karena harus memikirkan tempat baru dan bagaimana cara mengembalikan hutang kepada sang investor dan mitra beliau.

Dengan tawakal dan ikhtiar yang maksimal kepada Allah.

Perlahan tapi pasti Pak Riza membangun Syaamil dari awal lagi dengan suasana dan tempat yang baru.

Pada tahun 2010 Quran Hijaz dan Quran Miracle the Reference karya Syaamil ludes habis sampai 600 ribu eksemplar. Karena kedua Quran ini merupakan hal baru di Indonesia bahkan di dunia.

Quran terjemahan perkata ini bahkan sampai dibeli ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei. Dari titik inilah yang membuat Sygma (Syaamil Group) menjadi besar sampai sekarang.

Karena terus memikirkan bagaimana Quran itu dapat tersyiarkan keseluruh Indonesia bahkan dunia.

Pembelajaran

Dari pengalaman membangun Syaamil dari tahun 1998 hingga sekarang 2019. Didapat banyak sekali pembelajaran yang berharga bagi Anda bisnis owner ataupun yang baru ingin merintis.

1. Belajar sebelum action

Sebelum terbangunnya Syaamil, Pak Riza sudah hanya mengandalkan pengalaman jualannya ketika beliau masih muda.

hmm ga salah sih udah buat bisnis dulu.

Yang salah adalah ketika kita sudah action, harus dibarengi juga dengan ilmu yang terus berkembang.

Seorang entrepreneur harus menjadi pembelajar sejati dengan selalu mengikuti perkembangan zaman. Salahnya pak Riza adalah action yang tidak diikuti oleh ilmu. Sampai pada akhirnya terjadilah kebangkrutan.

Setelah pasca kebangkrutan beliaupun mulai belajar tentang

  • Kepemimpinan
  • Bagaimana cara mengatur keuangan
  • Membangun kewibawaan terhadap direksi
  • dll.

Hal inilah yang akhirnya memberi dampak positif terhadap Syaamil.

2. Terlalu percaya dengan orang lain.

Ketika mengalami kebangkrutan.

Beberapa direksi tertinggi alias teman terdekat Pak Riza memutuskan untuk keluar dari Syaamil.

Tidak cukup sampai disitu, ketika mereka keluar mereka juga memutuskan untuk membuat perusahaan yang sama seperti Syaamil.

Ditambah lagi mereka mengetahui seluruh seluk-beluk Syaamil dari a sampai z.

Dengan pembelajaran ini Pak Riza memutuskan untuk tidak mudah mempercai orang untuk meraih jabatan direksi tertinggi. Diperlukan selektifitas untuk diberi amanah yang tinggi.

3. Bidang keuangan yang tidak siap

Setelah kepulangan Pak Riza dari tanah suci.

Beliau kaget karena keuangan tiba-tiba bocor, ditambah lagi terdapat hutang kepada bank konvensional. Belom lagi gaji karyawan belum turun #plaak.

Pak Riza sangat menyesali kejadian ini. Kenapa ?

  1. Beliau tidak belajar tentang cashflow, omset, profit, dll alias finansial
  2. Kurang selektif dalam memiliki orang yang diamanahkan di bidang keuangan
  3. Pernah mengajari direksi keuangan untuk meniru tanda tangannya. Sehingga tidak perlu repot dalam menandatangani dokumen-dokumen.

Setelah itu Pak Riza melek dengan urusan keuangan dan memecat direksi keuangannya.

4. Terlalu cepat puas dengan hasil

Setelah bisnis dibuat dan terlihat stabil.

Pak Riza memutuskan untuk pergi naik haji bersama keluarganya.

Alih-alih bisnis tetap jalan dengan baik, Keuangan malah bocor dan terjadi kerugian besar.

Seharusnya tunggu dulu sampai bisnis kita stabil dan memiliki cashflow yang tidak tercampur-campur dengan omset. Setelah itu baru kita boleh meninggalkan bisnis kita.

Kemudian, Kita harus punya satu orang yang dapat menggantikan peran ktia sebagai pemimpin ditempat kerja. Yaitu, orang yang mengerti seluruh dapur dari perusahaan kita.

5. Sempat terjatuh dengan riba

Demi membangun bisnisnya, Pak Riza sempat meminjam uang ke bank konvensional.

Dengan sejumlah uang yang cukup besar jadilah perusahaan beserta seluruh fungsionarisnya.

Karena memiliki keyakinan yang tinggi untuk berhasil, bisnis pun pada awalnya berhasil dengan profit yang stabil. Tetapi yang dikhawatirkan adalah ketika bisnis tidak sesuai ekspektasi kita.

Apabila bisnis tersebut tidak menghasilkan omset, apalagi profit.

Itu hanya akan berbalik buruk kepada kita yaitu hutang dan bunga yang terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Untung saja waktu itu Pak Riza mendapat orderan 3000 eksemplar dan langsung melunasi utangnya dengan bank pasca kebangkrutan.

Jika Anda membangun kekayaan tanpa sadar, jangan-jangan Anda sedang membangun kemiskinan dengan tanpa sadar.

Itulah sedikit intisari dari buku Kepemimpinan Jalan Langit. Anda dapat membelinya di kmostore dan dapat mendapatkan insight-insight penting untuk bisnis Anda.

About author

Muhammad Sultan Reza biasa dipanggil Surez, Seorang mahasiswa yang sedang mencari jati dirinya dan alasan kenapa dia dihidupkan di dunia ini.
    Related posts
    Book Review

    7 Intisari Dari Buku Melawan Kemustahilan

    Book Review

    7 Hal Penting Untuk Indonesia Berdaya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *